Nomor mata kuliah: ARS-321
Nama mata kuliah: Sejarah dan Teori Arsitektur Kontemporer
Pengampu:Ir.Sudianto Aly, MT
Jabatan Akademik:Lektor Kepala
Sifat mata kuliah: Wajib
Jumlah sks: 3
Semester: Padat 2007-2008
Bahasa: Indonesia/Inggris
Jumlah minggu/jam: 7 = 7X 2X3jam=42jam
Mata Kuliah Berikutnya: Skripsi Arsitektur, Studio Perancangan Arsitektur.
Tujuan Instruksional Umum
Mata kuliah ini berikhtiar melakukan pembahasan gagasan atau konsep arsitektur kontemporer sebagai konstruksi sosial di dalam konteks sejarah peradaban garis besar. Tujuan mata kuliah adalah meningkatkan pengertian para peserta didik bahwa arsitektur bukan sekedar produk intelektual perancangnya, namun adalah hasil proses penafsiran kolektif – dari perspektif sosiologi, politis dan ekonomis yang rentangnya kian melebar.
Kuliah mengajak para peserta didik agar berani secara aktif menyelidiki jalinan sejarah pembentuk arsitektur kontemporer untuk kebutuhan menyelesaikan tugas-tugas di mata kuliah studio perancangan arsitektur.
Tujuan Instruksional Khusus:
Memberi pengertian konsep arsitektur sebagai konstruksi sosial:
Proses penyusunan sejarah dan teori arsitektur; melalui pemaparan historiografis tentang penyusunan sejarah arsitektur kontemporer dari berbagai perspektif, politis, ekonomis, sosiologis, filosofis dan kultural.
Profesi arsitektural; melalui pemaparan sosiologis tentang berkembangnya profesi arsitek dan manifestasinya dalam praktek garis besar sepanjang sejarah dan praktek arsitektur kontemporer khususnya.
Pengenalan tentang konstruksi sosial, teori strukturasi serta metoda den teknik kontemporer yang relevan.
Pembahasan tentang contoh-contoh kanonik dari sejarah arsitektur kontemporer yang menimbang tiga butir di atas.
Sasaran Belajar:
Peserta didik memiliki kemampuan menerangkan dan menerapkan:
Pengetahuan garis besar tentang sejarah dan teori arsitektur hasil kajian ulang yang memperhatikan aspek-aspek yang disebut di atas.
Memiliki kemampuan menganalisa contoh-contoh sejarah baik bangunan tunggal maupun dalam setting lingkungan urban serta kemampuan inferensi motivasi dan azas-azas dengan cermat mambaca sumber primer maupun sekunder.
Mampu menyumbang pengetahuan diri dalam kerja kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas bacaan wajib dan kajian objek arsitektur kontemporer.
Mampu menyampaikan gagasan kompleks dan komprehensifitas konsep dalam bentuk lisan, grafis maupun tulisan.
Mempresentasikan dan mengevaluasi argumen, informasi dan gagasan dalam sejarah dan teori arsitektur kontemporer.
Metoda:
Kuliah; Tugas penulisan topik kontekstual dengan rujukan bahan kuliah; Presentasi tugas; Kehadiran Peserta Didik; Kehadiran Pengampu; Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester; Penilaian dan evaluasi.
Alat Bantu:
Daftar kehadiran peserta didik,
Daftar nilai tugas,
Bahan kuliah format penyajian flash/photoview/powerpoint/wma/mp4
CPU, Proyektor Multimedia,Mike dan Loudspeaker.
Prasyarat:
Terdaftar sebagai mahasiswa semester gasal 2008-2009
Memenuhi persyaratan tempuh yang disyahkan oleh fakultas melalui PRS dan FRS.
Pustaka:
Klozt, The History Post Modern Architecture
Jencks, Charles, What is Post Modern Architecture ?
Papadakis, Deconstruction
Tschumi, Bernard, Architecture and Disjunction
H. Kruft, The History of Theory Architecture
Norris, Christopher, Deconstruction, Theory and Practice
von Mies, Pierre, Architecture in Transition, Between Deconstruction and New Modern Leupen, Bernard, Design and Analysis of Architecture
Klassen, Winand, Architecture and Philosophy
Capon, Architectural Theory-The Le Corbusier Legacy
Strickland, Carol, The Annotated Arch. A Crash Course in the History of Architecture
Brolin, The Failure of Modern Architecture
Leach, Neil, Rethinking Architecture, A Reader in Cultural Theory
McEntee, Christine (2008), Architecture: Celebrating the Past, Designing the Future, The American Institute of Architects.
Jencks, Charles, Architecture of the jumping Universe
Betsky, Aaron/ Adigard, Erik (2008), Architecture Must Burn: Manifestoes for the Future of Architecture, Gingko Press Inc.
Prestasi peserta didik:
Nilai akhir yang merupakan gabungan nilai laporan kuliah, tugas, presentasi, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Penilaian:
Berhak mengikuti Ujian, memenuhi minimum kehadiran 75%
Rentang nilai
Bobot nilai pembentuk Nilai Akhir, Tugas 25%, UTS 35%, UAS 40%
A = 80-100; B = 70-79; C = 60-69; D = 50-59; E = 0-49.
Untuk lulus peserta didik minimal mengumpulkan nilai akhir D.
Komposisi kandungan kuliah:
Teori Arsitektur 30%
Sejarah Arsitektur 60%
Pengetahuan kognitif Arsitek 10%
Nomor mata kuliah: ARS-222
Nama mata kuliah: Sejarah dan Teori Arsitektur Moderen
Pengampu:Ir.Sudianto Aly, MT
Jabatan Akademik:Lektor Kepala
Sifat mata kuliah: Wajib
Jumlah sks: 3
Semester: Genap 2008-2009
Bahasa: Indonesia/Inggris
Jumlah minggu/jam: 14 = 14X 3jam=42jam
Mata Kuliah Berikutnya: Skripsi Arsitektur, Studio Perancangan Arsitektur.
Ruang dan bentuk arsitektur selalu adalah segubah rancangan pada awal pembentukannya. Artifak secara terus menerus disempurnakan baik oleh pengguna, kekuatan politis dan ekonomis serta media yang berkembang pada masanya, bahkan melintas berbagai periode kesejarahan, yang juga mengalami pergeseran makna serta peralihan fungsi.
Tujuan Instruksional Umum:
Mata kuliah ini berikhtiar melakukan pembahasan gagasan atau konsep arsitektur sebagai konstruksi sosial di dalam konteks sejarah peradaban garis besar. Tujuan matakuliah adalah meningkatkan pengertian para peserta didik bahwa arsitektur bukan sekedar produk intelektual perancangnya, namun adalah hasil proses penafsiran kolektif – dari perspektif sosiologi, politis dan ekonomis. Kuliah mengajak para peserta didik agar berani secara aktif menyelidiki contoh-contoh sejarah untuk kebutuhan menyelesaikan tugas-tugas di mata kuliah studio perancangan arsitektur.
Tujuan Instruksional Khusus:
Memberi pengertian konsep arsitektur sebagai konstruksi sosial:
Proses penyusunan sejarah dan teori arsitektur; melalui pemaparan historiografis tentang penyusunan sejarah arsitektur dari berbagai perspektif, politis, ekonomis, sosiologis, filosofis dan kultural.
Profesi arsitektural; melalui pemaparan sosiologis tentang lahirnya profesi arsitek moderen dan manifestasinya dalam praktek sepanjang sejarah secara umum dan praktek era modernis khususnya.
Pengenalan tentang konstruksi sosial, teori strukturasi serta metoda den teknik yang relevan.
Pembahasan tentang contoh-contoh kanonik dari sejarah arsitektur yang menimbang tiga butir di atas.
Sasaran Belajar:
Peserta didik memiliki kemampuan menerangkan dan menerapkan:
Pengetahuan garis besar tentang sejarah dan teori arsitektur hasil kajian ulang yang memperhatikan aspek-aspek yang disebut di atas.
Memiliki kemampuan menganalisa contoh-contoh sejarah baik bangunan tunggal maupun dalam setting lingkungan urban serta kemampuan inferensi motivasi dan azas-azas dengan cermat mambaca sumber primer maupun sekunder.
Mampu menyumbang pengetahuan diri dalam kerja kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas bacaan wajib dan kajian objek arsitektur moderen.
Mampu menyampaikan gagasan kompleks dan komprehensifitas konsep dalam bentuk lisan, grafis maupun tulisan.
Mempresentasikan dan mengevaluasi argumen, informasi dan gagasan dalam sejarah dan teori arsitektur moderen.
Metoda:
Kuliah; Tugas penulisan topik kontekstual dengan rujukan bahan kuliah; Presentasi tugas; Kehadiran Peserta Didik; Kehadiran Pengampu; Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester; Penilaian dan evaluasi.
Alat Bantu:
Daftar kehadiran peserta didik,
Daftar nilai tugas,
Bahan kuliah format penyajian flash/photoview/powerpoint/wma/mp4
CPU, Proyektor Multimedia, Mike dan Loudspeaker.
Prasyarat:
Terdaftar sebagai mahasiswa semester gasal 2008-2009
Memenuhi persyaratan tempuh yang disyahkan oleh fakultas melalui PRS dan FRS.
Pustaka:
Fletcher, Banister, The History of Architecture
Pevsner, Nikolaus, The source of modern architecture and design
Kostov, Spiro, The History of Architecture
Frampton, Kenneth, Modern Architecture, A critical History
H. Kruft, The History of Theory Architecture
Gelernter, Mark, Source of Architectural Form – A Critical History of Western Design Theory
Capon, Architectural Theory-The Vitruvian Fallacy
Leupen, Bernard, Design and Analysis of Architecture
Klassen, Winand, Architecture and Philosophy
Capon, Architectural Theory-The Le Corbusier Legacy
Strickland, Carol, The Annotated Arch. A Crash Course in the History of Architecture Jencks, Charles, Modern Movement in Architecture
Brolin, The Failure of Modern Architecture
Leach, Neil, Rethinking Architecture, A Reader in Cultural Theory
Prestasi peserta didik:
Nilai akhir yang merupakan gabungan nilai laporan kuliah, tugas, presentasi, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Penilaian:
Berhak mengikuti Ujian, memenuhi minimum kehadiran 75%
Rentang nilai
Bobot nilai pembentuk Nilai Akhir, Tugas 25%, UTS 35%, UAS 40%
A = 80-100; B = 70-79; C = 60-69; D = 50-59; E = 0-49.
Untuk lulus peserta didik minimal mengumpulkan nilai akhir D.
Komposisi kandungan kuliah:
Teori Arsitektur 30%
Sejarah Arsitektur 60%
Pengetahuan kognitif Arsitek 10%
Nomor mata kuliah: ARS-424
Nama mata kuliah: Estetika dalam Arsitektur
Pengampu:Ir.Sudianto Aly, MT
Jabatan Akademik:Lektor Kepala
Sifat mata kuliah: Pilihan
Jumlah sks: 3
Semester: Gasal 2008-2009
Bahasa: Indonesia/Inggris
Jumlah minggu/jam: 14 = 14X 3jam=42jam
Mata Kuliah Berikutnya: Skripsi Arsitektur, Studio Perancangan Arsitektur.
Estetika dalam arsitektur dirumuskan sebagai refleksi kritis tentang alam alamiah dan alam binaan yakni karya seni, budaya khususnya arsitektur.
Tujuan Instruksional Umum:
Kuliah ini bertujuan memahami estetika dalam arsitektur sebagai kajian nilai-nilai emosi inderawi tentang penilaian keindahan arsitektur secara objektif dan bukan atas landasan selera. Mata kuliah ini menawarkan cara memandang baru wawasan kontemporer tentang karya bina.
Tujuan Instruksional Khusus:
Mempelajari tentang aksiologi sebagai cabang filsafat yang erat kaitannya dengan filsafat seni yang berfokus pada penilaian estetika arsitektur melalui satuan acara perkuliahan.
Sasaran Belajar:
Peserta didik memiliki kemampuan menerangkan dan menerapkan:
pemahaman tentang aksiologi sebagai cabang filsafat yang erat kaitannya dengan filsafat seni yang berfokus pada penilaian estetika arsitektur melalui satuan acara perkuliahan yang telah disampaikan.
Metoda:
Kuliah; Tugas penulisan topik kontekstual dengan rujukan bahan kuliah; Presentasi tugas; Kehadiran Peserta Didik; Kehadiran Pengampu; Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester; Penilaian dan evaluasi.
Alat Bantu:
Daftar kehadiran peserta didik,
Daftar nilai tugas,
Bahan kuliah format penyajian flash/photoview/powerpoint/wma/mp4
CPU, Proyektor Multimedia, Mike dan Loudspeaker.
Prasyarat:
Terdaftar sebagai mahasiswa semester gasal 2008-2009
Memenuhi persyaratan tempuh yang disyahkan oleh fakultas melalui PRS dan FRS.
Daftar Pustaka:
Danto, Arthur (2003), The Abuse of Beauty: Aesthetics and the Concept of Art.
Davies, Stephen (1991), Definitions of Art.
Brogan, T.V.F. (1993),"Inspiration" in Alex Preminger and T.V.F. Brogan, eds., The New Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics. Princeton, NJ: Princeton University Press, 1993. 609-610.
Ettinger, Bracha L. (2006), The Matrixial Borderspace, University of Minnesota Press
Kelly, Michael (Editor in Chief) (1998), Encyclopedia of Aesthetics, New York, Oxford University Press.
Novitz, David (1992), The Boundaries of Art.
George Santayana (1955), The Sense of Beauty, Being the Outlines of Aesthetics Theory, New York, Modern Library
Noel Carroll (2000), Theory of Art Today
Schiller, Friedrich (2004), On the Aesthetic Education of Man. Dover Publications
Gary Martin (2007), Beauty is in the eye of the beholder, The Phrase Finder.
Prestasi peserta didik:
Nilai akhir yang merupakan gabungan nilai laporan kuliah, tugas, presentasi, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Penilaian:
Berhak mengikuti Ujian, memenuhi minimum kehadiran 75%
Rentang nilai:
Bobot nilai pembentuk Nilai Akhir, Tugas 25%, UTS 35%, UAS 40%
A = 80-100; B = 70-79; C = 60-69; D = 50-59; E = 0-49.
Untuk lulus peserta didik minimal mengumpulkan nilai akhir C.
Komposisi kandungan kuliah:
Filsafat Seni 35%
Sejarah dan Teori Seni Visual 45%
Pengetahuan dasar desain komposisi arsitektonik 20%
Nomor mata kuliah: ARS-131
Nama mata kuliah: Teori Bentuk Arsitektur
Dosen Penanggung Jawab:Ir.Sudianto Aly, MT
Jabatan Akademik:Lektor Kepala
Jumlah sks: 3
Semester: Gasal 2008-2009
Bahasa: Indonesia/Inggris
Jumlah minggu/jam: 14 = 14X 3jam=42jam
Jumlah kelas paralel: 3
Mata Kuliah Berikutnya: Studio Perancangan Arsitektur.
Secara fisik arsitektur dapat dikenal dari bentuknya. Untuk itu diperlukan pemahaman unjuk visual ruang dan bentuk merujuk pada latar belakang pengaruh sejarah pendidikan visual dan sumber bentuk arsitektur melalui kajian lintas sejarah dan teori aristektur bagi para peserta didik perancangan arsitektur.
Tujuan Instruksional Umum:
Kuliah ini menampilkan kosa bentuk dalam bahasa visual melalui pengenalan pemikiran kreatif dengan melibatkan peserta didik dalam situasi nyata dan imajinatif; mencoba menyibak tabir mental dan emosi yang membatasi kreatifitas. Diawali dengan penuturan kilas balik pengalaman bersinggungan dengan ruang arsitektur mahasiswa diarahkan untuk mempelajari bahasa visual, yaitu teori, konsep dan keterampilan yang berguna dalam rancang bangun ruang/bentuk arsitektur.
Tujuan Instruksional Khusus:
Memberi pemahaman ruang-bentuk arsitektur sebagai ujud komposisional.
Mengembangkan kemampuan mahasiswa menguasai pokok bahasan agar:
- Memahami terjadinya (asal-usul) bentuk,
- Memahami sintesa bentuk,
- Memahami pemaknaan bentuk,
- Memahami keputusan dan penilaian bentuk (Kriteria=krino, krites),
- Mengenal kekhususan dirinya sendiri dalam pemahaman bentuk arsitektural.
Peserta didik memiliki kemampuan menerangkan dan menerapkan pemikiran dasar dan prinsip prinsip yang dibahas dalam satuan acara perkuliahan kedalam suatu rancangan komposisional, sketsa desain atau model sehingga dapat menjadi bekal mereka dalam menempuh tugas studio perancangan arsitektur.
Metoda:
Kuliah; Tugas latihan menggubah komposisi baik dui maupun tri-matra dengan menjawab pengandaian, membangun gagasan, belajar dari kesalahan, bersikap optimis, selalu melakukan evaluasi, imajinasi serta bersikap terbuka; Kehadiran Peserta Didik; Kehadiran Pengampu; Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester; Penilaian dan evaluasi.
Alat Bantu:
Daftar kehadiran peserta didik,
Daftar nilai tugas,
Alat peraga:
Bahan kuliah format penyajian flash/photoview/powerpoint/wma/mp4
CPU, Proyektor Multimedia, Mike dan Loudspeaker.
Prasyarat:
Terdaftar sebagai peserta didik tahun kuliah 2008-2009.
Memenuhi persyaratan tempuh yang disyahkan oleh fakultas melalui PRS dan FRS.
Daftar Pustaka:
Wallschlaeger, Charles (1985), Basic Visual Concepts and Principles“ WC Brown Pub, USA.
Wong, Wucius (1992),Dasar Desain Visual “ penerbit ITB
Garret, Lillian (1987),Visual Design “ Rob E. Krieger Publishing Coy, New York
Dormer, Peter (1994), The Meanings of Modern Design “, Thames & Hudson
Mary Anne Staniszewski (1995), Believing is seeing“ Creating the culture of Art, Penguin Books.
Vyzoviti, Sophia, Folding Architecture
Vyzoviti, Sophia, Supersurface
Holt, Michael (1971), “Mathematics in Art“, Van Nostrand, NY
E. Burke Feldman (1967), Art as Image and Idea”, Prentice Hall
Aly, Sudianto, Menemukan bentuk baru: garis, bidang dan bongkah, diktat kuliah.
Prestasi peserta didik:
Nilai akhir yang merupakan gabungan nilai laporan kuliah, tugas, presentasi, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Penilaian:
Berhak mengikuti Ujian, memenuhi minimum kehadiran 75%
Rentang nilai
Bobot nilai pembentuk Nilai Akhir, Tugas 25%, UTS 35%, UAS 40%
A = 80-100; B = 70-79; C = 60-69; D = 50-59; E = 0-49.
Untuk lulus peserta didik minimal mengumpulkan nilai akhir C.
Kandungan kuliah:
Sejarah Arsitektur 10%
Teori Desain 50%
Pengetahuan kognitif perancang 10%
Ketrampilan menggubah komposisi 30%
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agar memiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) mengapresiasi dan menyajikan kembali (baik secara grafis, maupun verbal) ruang, anatomi dan elemen arsitektonik dasar.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentang apresiasi ruang asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran kesekitaran yang terjangkau. Mengenali bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik dasar melalui kajian unsur-unsur alam. Mengenali elemen konseptual, elemen visual dan elemen konstruksional gubahan arsitektonik. Mempelajari teknik ungkap grafis arsitektural.
ARS 112: Studio Perancangan Arsitektur2
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agar memiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, maupun verbal) komposisi ruang arsitektonik sederhana pada tapak nyata dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentang artikulasi ruang asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran kesekitaran yang terjangkau. Mengerti bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik dasar melalui kajian bentuk arsitektonik. Mengerti elemen konseptual, elemen visual dan elemen konstruksional gubahan arsitektonik. Mengenali Faktor Kenyamanan dan Statika Struktur. Mengerti teknik ungkap grafis arsitektural.
ARS 211: Studio Perancangan Arsitektur3
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agar memiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, maupun verbal) komposisi ruang arsitektonik berdasarkan kajian fisik tapak dan fungsi tunggal yang diminta dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentang perancangan ruang dan bentuk asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran tapak. Memahami bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik dasar melalui kajian tapak dan fungsi. Memahami elemen konseptual, elemen visual dan elemen konstruksional gubahan arsitektonik. Memahami Faktor Kenyamanan dan Statika Struktur. Mengerti aspek hukum dalam perancangan bangunan. Memahami teknik ungkap grafis arsitektural.
ARS 212: Studio Perancangan Arsitektur4
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agarmemiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, verbal maupun lisan) komposisi ruang arsitektonik berdasarkan kajian fisik tapak dan fungsi ganda yang diminta dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentangperancangan ruang dan bentuk asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran tapak. Memahami bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik dasar melalui kajian fungsi dan tapak. Memahami citra ungkapan elemen konseptual, elemen visual dan elemen konstruksional gubahan arsitektonik. Memahami Faktor Kenyamanan, Statika Struktur dan Detail Konstruksi. Memahami aspek hukum dalam perancangan bangunan. Menguasai teknik ungkap grafis arsitektural serta dapat menguraikannya secara lisan.
ARS 311: Studio Perancangan Arsitektur5
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agarmemiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, verbal maupun lisan) komposisi ruang arsitektonik berdasarkan kajian fisik-sosial tapak-kawasan dan fungsi majemuk yang diminta dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentangperancangan ruang dan bentuk asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran kompleks. Menguasai penerapan bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik melalui kajian fungsi dan lingkungan baik fisik maupun sosial. Menguasai elemen konseptual, elemen visual dan elemen konstruksional gubahan arsitektonik multi dimensi. Memahami integrasi total faktor Kenyamanan, Statika Struktur dan Detail Konstruksi dalam ungkapan Arsitektonik secara komprehensif menghiraukan aspek hukum dalam perancangan bangunan dalam skala rancangan tapak. Menguasai teknik ungkap grafis arsitektural serta mampu menguraikannya secara lisan.
ARS 312: Studio Perancangan Arsitektur6
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agarmemiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, verbal maupun lisan) komposisi ruang arsitektonik berdasarkan kajian fisik-sosial tapak-kawasan-kota, fungsi dan isu tertentu dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentangperancangan ruang dan bentuk asitektur melalui pengalaman ruang nyata dalam skala besaran tapak urban. Menguasai penerapan bahasa ruang, anatomi dan elemen arsitektonik melalui kajian fungsi dan lingkungan baik fisik maupun sosial perkotaan. Menguasai integrasi total faktor Kenyamanan, Statika Struktur dan Detail Konstruksi dalam ungkapan Arsitektonik secara komprehensif menghiraukan aspek hukum dalam perancangan bangunan dalam skala rancangan besaran tapak urban. Menguasai teknik ungkap grafis arsitektural serta mampu menguraikannya secara lisan.
ARS 411: Studio Perancangan Arsitektur7 (Studio Akhir Arsitektur)
Tujuan Instruksional Umum:
Membina peserta studio agar memiliki kesadaran (awareness), pemahaman (understanding), keterampilan (ability) merancang dan menyajikan (baik secara grafis, verbal maupun lisan) karya arsitektur berdasarkan kajian fisik-sosial tapak-kawasan-kota, fungsi, dan isu kiwari dengan menerapkan elemen-elemen bangunan memenuhi azas-azas susunan dan skala ruang binaan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Khususnya tentangperancangan ruang dan bentuk asitektur secara komprehensif dengan pemahaman komposisi arsitektonik sebagai suatu sistem spasial yang memiliki kinerja tertentu dimana rancangan arsitektonik adalah sintesa yang berupaya mengatasi permasalahan yang telah dirumuskan setelah membuat kajian tapak maupun fungsi yang dipilih sendiri. Menguasai integrasi total faktor Kenyamanan, Statika Struktur dan Detail Konstruksi dalam ungkapan Arsitektonik secara komprehensif menghiraukan aspek hukum dalam perancangan bangunan dalam skala rancangan besaran tapak urban serta etika perancangan arsitektural. Mahir menggunakan teknik ungkap grafis arsitektural serta lancar menguraikannya secara lisan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bandung, Solsana, updated 13 Agustus 2008
sudianto aly
Kepala Studio Perancangan Arsitektur
Etika akademik ini disusun untuk keperluan Studio Perancangan Arsitektur, Jurusan Arsitektur UNPAR dan diunggah pada situs e-learning sebagai panduan bagi pengampu dan peserta didik guna mencegah tindakan plagiarism.
Apa yang dimaksudkan dengan ketidak jujuran akademik (plagiarisme)?
Plagiarisme adalah tindakan menyatakan pemikiran atau karya orang lain sebagai karya sendiri. Dalam Studio Perancangan Arsitektur, berikut adalah tindakan yang tergolong plagiarisme:
1. Duplikasi langsung pemikiran atau karya orang lain, termasuk menggandakan bahan, gagasan atau konsep dari buku, artikel, laporan, makalah atau bentuk penulisan lain (baik telah maupun belum diterbitkan) komposisi, karya seni, rancangan, gambar, program, perangkat lunak, situs web, internet, atau sumber elektronik lain maupun tugas akademik orang lain tanpa menyebut sumber secara memadai dan lalu diakui sebagai karya sendiri;
2. Mengutip karya, gagasan orang lain dengan sekedar mengubah susunan komposisional tanpa perubahan makna [bentuk dan progresi gagasan] berarti, dari aslinya dan menyatakannya sebagai karya sendiri;
3. Mengambil bagian komposisi karya rancangan orang lain dan disatukan sebagai kumpulan elemen-elemen membentuk kesatuan komposisi rancangan baru dan diakui sebagai karya sendiri;
4. Memresentasikan bagian tugas berkelompok dalam mata kuliah lain secara utuh maupun perbagian dan dinyatakan sebagai karya sendiri yang khusus dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah studio perancangan;
5. Menyatakan atau menuntut nilai kredit dalam tugas bersama studio untuk diri sendiri melebihi nilai kredit yang sesungguhnya dari peran kontribusinya;
6. Memasukkan tugas studio orang lain yang pernah dimasukkan sebelumnya (baik yang sudah maupun belum dinilai) dan diakui sebagai tugasnya sendiri;
7. Mengetahui dan membiarkan karya rancangannya sendiri ditiru, dikopy oleh peserta didik lain;
8. Menyajikan secara lisan tugas yang berupa kumpulan elemen-elemen cuplikan tanpa menyebut sumber, membentuk kesatuan baru dan diakui sebagai karya sendiri.
Bandung, Solsana, updated 10 Januari 2009
aly@home.unpar.ac.id

